skip to Main Content
0811-2312-530 adminfkon@uninus.ac.id

Sejarah Program Studi Manajemen

Prodi Manajemen berdiri bersamaan dengan lahirnya Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum Uninus yakni tanggal 30 November 1959. Prodi Manajemen merupakan salah satu prodi di bawah Fakultas Ekonomi Universitas Islam Nusantara (FE-UNINUS). Prodi Manajemen terbentuk bersamaan dengan pendirian Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) yang saat itu diberi nama Jurusan Ekonomi Perusahaan. Kemudian UNNU berubah menjadi Universitas Islam Nusantara (UNINUS) pada tahun 1969. Legalitas kehadiran Prodi Manajemen FE-UNINUS saat ini diantaranya yaitu: SK Kopertis Wilayah IV Jabar-Banten No. 10496/D/T/K-IV/2012, tanggal 16 Februari 2012 tentang Izin Operasional prodi. Saat ini prodi Manajemen telah terakreditasi dengan peringkat C.

Sejak awal pendiriannya, Prodi Manajemen FE-UNINUS ditujukan untuk berkontribusi dalam pengembangan sumberdaya manusia di bidang manajemen bisnis, yaitu akan selalu dan harus mengambil bagian dalam memenuhi tantangan dan tuntutan nasional maupun global yang amat penting dalam pengembangan ilmu dan praktik manajemen bisnis serta siap menampilkan keunggulan wawasan, sistim kerja, perilaku dan keluarannya. Konsekuensinya, Prodi Manajemen akan mengembangkan berbagai program sebagai ikhtiar dalam rangka memasyaratkan ilmu dalam bentuk kajian-kajian strategis baik yang bersifat kontekstual maupun fungsional serta proses pembelajaran melalui interaksi efektif yang kesemuanya diharapkan dapat berguna bagi kemashlahatan umat.
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Nusantara dikembangkan berdasarkan pijakan filosofis yang selalu dipegang kuat selama ini, yakni dengan sadar berkarya dalam bidang ilmu Manajemen untuk mencari dan menjelaskan fakta dan maknanya yang spesifik, berlanjut, dan integratif dalam bidang-bidang yang jadi pusat kajiannya. Kemudian oleh karenanya Program Studi Manajemen selalu berniat untuk terus bangkit dan maju dengan semangat berpikir yang kuat, membangun diri dalam kemampuan informasi secara empirical, konseptual, dan eksistensial.

Back To Top